Seringkali manusia mengaitkan kegagalan sebagai suatu keniscayaan, dimana kegagalan itu pasti diraih oleh orang yang memang tidak mau berusaha.
Kita mulai tulisan ini dari mencari tahu apa itu kegagalan. menurut berbagai sumber, kegagalan adalah ketidakmampuan untuk mencapai tujuan, hasil, atau harapan yang diinginkan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti karir, pendidikan atau usaha.
Selanjutnya kita masuk pada definisi keniscayaan. Dalam KBBI, arti dari keniscayaan adalah hal atau keadaan yang menjadi suatu kepastian, keharusan atau sesuatu yang pasti terjadi dan tidak dapat dihindari.
Sehingga, kegagalan menjadi keniscayaan sering dikodekan oleh otak manusia sebagai suatu ketidakmampuan manusia untuk mencapai suatu tujuan dan pasti terjadi serta tidak dapat dihindari. Padahal, merujuk pada NLP (Neuro-Lingustic Programming) dimana dijelaskan pada salah satu presuposisi yang tertulis "If one person can do something, anyoner can learn to do it" yang artinya "jika seseorang mampu melakukan sesuatu, siapapun dapat mempelajari caranya". Melalui persuposisi tersebut, tentu kegagalan dapat dipastikan bukanlah sesuatu yang menjadi hal pasti, tapi bisa dihindari atau bahkan hampir memungkinkan tidak terjadi. Manusia sering menganggap kegagalan itu hal yang pasti terjadi, apabila mereka "mempelajari cara gagal" tersebut dari orang lain yang telah mendapati kegagalan terlebih dahulu.
Tentunya, bagi Anda yang memahami presuposisi pada NLP tersebut di atas, jelas sudah bahwa untuk menghindari bahkan memperkecil peluang kegagalan, Anda harus mulai berfokus pada lawan kata dari kegagalan tersebut, yaitu pada "kesuksesan".
Kalau sebelumnya Anda merasa mendapati kegagalan akan sesuatu itu disebabkan oleh (tanpa sadar) mengikuti kegagalan orang lain, maka sekarang Anda sudah memahami bahwa untuk tidak terbelenggu pada kegagalan adalah dengan mengikuti (secara sadar) kesuksesan orang lain.
Inti dari tulisan singkat ini adalah bahwa kegagalan itu ada pola dan dapat terjadi mirroring (terekam oleh orang lain), begitu pula keberhasilan itu ada polanya dan tentu dapat pula terekam (mirroring) ke orang lain. Terakhir, untuk mendapatkan keberhasilan, maka Anda perlu mempelajari pola keberhasilan orang lain yang ingin Anda raih mendekati atau bahkan serupa dengan orang lain yang telah mendapati kesuksesan tersebut sebelumnya.
Sekali lagi, pelajarannya adalah bahwa apabila Anda melihat orang lain "bisa sukses", tentu Anda juga dapat meraih kesuksesan tersebut apabila mengetahui dan mau mempelajari pola suksesnya.
Salam sukses dan NLP,
Fajri Ryan Isnandar, M.M, CPC-ICF, C,Ht, CT.NNLP
(Sales Coach, Digital Marketing Mentor, A.I Educator, NeoNLP Trainer & Hypnotherapist)
Powered –MURAF Indonesia–
